Ruang Multifungsi Solusi Keterbatasan Lahan

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 7 Agustus 2008 | 19:40 WIB

 

Masalah klasik ketika orang membangun rumah adalah keterbatasan lahan. Namun, keterbatasan jangan dijadikan alasan utama untuk mendapatkan ruang dalam yang luas.
 
Untuk menghindari kesan sempit pada lahan terbatas, salah satu solusinya adalah dengan membuat ruangan multifungsi. Demikian halnya apa yang dilakukan oleh pasangan Dominicus Djarot P. dan Geraldine Sjachrial ketika membuat rumahnya di daerah Depok. Mereka membuat ruangan multifungsi yang merupakan gabungan antara ruang keluarga dan ruang makan. Ruangan dengan luas sekitar 25 m2 ini berfungsi juga sebagai ruang penghubung antara ruang tidur dengan bagian luar rumah dan ruang yang lain.
 
Ruang tamu sengaja tidak dibuat di dalam rumah. Ruang tamu dibuat di bagian luar rumah yaitu di bagian teras. Hanya tamu-tamu yang sudah “dekat” yang diperbolehkan untuk bertandang masuk hingga ke dalam ruang keluarga.
 
Pandangan ke Samping
Lebar bagian depan tanah ini lebih besar dibanding panjangnya sehingga Djarot—yang berperan sebagai arsitek di rumahnya sendiri—merancang supaya pandangan dari dalam tidak selalu menghadap ke depan atau ke jalan. Karena itu dibuatlah pintu masuk yang tidak menghadap langsung ke jalan. Djarot membuat pintu masuk lewat bagian samping rumah. Ada dua pintu masuk, satu pintu khusus untuk penghuni yang masuk ke dalam melalui ruang makan, dan satu pintu lagi ada di bagian teras.
 
Untuk ventilasi ruangan, Djarot membuat dua jenis ventilasi yaitu jendela yang bisa dibuka dan jendela yang tidak bisa dibuka atau jendela mati.
 
Jendela mati dibuat di belakang TV dan berhadapan langsung dengan sofa di ruang keluarga. Tujuannya agar ketika menonton TV, penghuni yang sedang duduk di sofa juga tetap bisa melihat ke arah luar rumah (taman). Jendela ini dibuat “mati”, karena bila tidak, akan sulit membuka dan menutupnya (karena terhalang TV).
 
Selain ventilasi berupa jendela, dibuat juga lubang penghawaan yang ada di atas pintu dan jendela. Lubang ini mempunyai penutup yang menghadap ke dalam ruang yang dibuat dari kayu dan kawat kasa nyamuk.
 
Untuk mengesankan ruang ini bertambah luas, plafon ruang multifungsi ini dibuat mengikuti kemiringan atap. Dengan demikian didapat ruang dengan ketinggian sekitar 5,5 m dari permukaan lantai.

One Response to “Ruang Multifungsi Solusi Keterbatasan Lahan”

  1. muhamad mas nur (@muhamad_mas_nur) Says:

    jangan takut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: